Pertumbuhan Sektor Properti di Indonesia Tahun 2023 Pasca Badai Covid-19 Melanda
- Henny Suyanto

- Dec 20, 2023
- 2 min read
Kondisi sektor properti di tahun 2023 bisa dibilang penuh dinamika setelah badai pandemi
Covid-19 menghantam. Begitu pandemi mereda, tantangan baru hadir mulai dari naiknya
harga material bangunan dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Tantang lain yang cukup berat adalah lonjakan inflasi serta suku bunga sebagai dampak dari
krisis ekonomi global.
Namun, optimisme sektor properti masih tumbuh tahun 2023 ini, hal ini karena sektor
properti didorong oleh berbagai regulasi yang masih bergulir dari pemerintah dan semangat
kolektif para pemangku kepentingan.
Optimisme pertumbuhan sektor properti relatif stabil tahun 2023 karena situasi ekonomi
global dinilai tidak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan sektor properti di dalam
negeri.
Meski begitu beberapa potensi resiko patut diwaspadai sektor properti di 2023. Ditengah
optimisme pasar dalam memproyeksikan stabilitas sektor properti tahun 2023 terkait isu
resesi dan naiknya suku bunga, patut diwaspadai potensi resiko yang bisa mengganggu
perkembangan sektor properti.
Contohnya, dampak pandemi yang berkelanjutan, kenaikan inflasi, kenaikan suku bunga,
pengangguran dan semakin dekat dengan tahun politik.
Beberapa sub sektor properti yang diprediksi prospektif adalah rumah tapak (landed house)
yang keluar sebagai pilihan dominan dari sebagian ebsar masyarakat. Sedangkan untuk sub
sektor lain seperti industri, pergudangan modern, ritel, hotel, dan villa resort.
Sementara untuk subsektor perkantoran dinilai masih stagnan dan sektor apartemen di
prediksi cenderung melemah.
Tahun politik yang akan dimulai pada 2024 membuat masyarakat bersikap wait and see untuk
sektor properti. Seperti diketahui bahwa tahun politik biasanya akan membuat beberapa
gejolak untuk sistem ekonomi salah satunya adalah properti.
Khusus daerah Jabodetabek, dinilai 51 persen sebagai kawasan yang prospektif untuk
investasi sektor properti, sedang wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) di posisi kedua. Bisnis e-
commerce, pusat data, dan logistik juga dinilai memiliki daya positif terhadap pertumbuhan
properti tahun 2023.
Pasar properti Indonesia tetap akan tumbuh positif di tengah ancaman resesi perekonomian
tahun 2023. Indonesia tetap memiliki pertumbuhan yang positif di mana IMF sebagai
lembaga internasional menyatakan Indonesia masih akan bertumbuh positif secara ekonomi
di atas 5%.
Indonesia tetap menjadi tujuan investasi properti yang menarik bagi investor lokal maupun
global. Investor asing dan lokal tetap aktif melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang
menarik mengingat potensi sosio ekonomi yang dimiliki.
Selain sektor properti tradisional seperti pergudangan modern dan rumah tapak, sektor
properti alternatif seperti pusat data (data centre), pendidikan dan kesehatan juga merupakan
sektor yang dilirik oleh para pelaku bisnis properti.
Meskipun Jakarta masih menjadi pintu utama untuk berinvestasi di Indonesia, pembangunan
ruas jalan tol baru dan jalan tol luar kota diharapkan dapat memberikan dampak positif
terhadap pengembangan properti di kota-kota lainnya.
Intinya, meski banyak tantangan di tahun 2023 untuk sektor properti, tapi harapan dan
optimisme baru akan perkembangan investasi properti Indonesia di tahun 2023 juga akan
tumbuh dan terus meningkat.




Comments